Tandaseru — Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Muslim Gani, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Buku Cerita Anak dalam dua bahasa, yakni bahasa daerah dan bahasa Indonesia, yang dilaksanakan di Hotel Muara Ternate, Rabu (11/2/2026).
Dalam sambutannya, Muslim mengingatkan pentingnya pelestarian budaya, khususnya bahasa daerah, sebagai bagian dari identitas dan jati diri anak daerah. Menurutnya, bahasa daerah perlu terus digunakan sebagai alat komunikasi, terutama di lingkungan sekolah, berdampingan dengan bahasa Indonesia.
“Anak-anak perlu dikenalkan dan diajarkan bahasa daerah sejak dini agar tidak kehilangan jati diri sebagai anak daerah,” ujar Muslim.
Kegiatan bimtek ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 11 hingga 13 Februari 2026. Peserta berasal dari empat kabupaten/kota di Maluku Utara, yakni Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Selatan (Bacan), Halmahera Tengah (Patani), dan Halmahera Utara (Galela).
Bimtek tersebut diselenggarakan Balai Bahasa Maluku Utara dengan tujuan membina serta meningkatkan kapasitas penulis cerita anak di Maluku Utara. Penulisan cerita anak yang dikembangkan mengusung substansi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang berbasis pada kearifan lokal.
Muslim berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga mampu menghasilkan karya buku cerita anak dua bahasa yang berkualitas dan bermanfaat bagi generasi muda.
“Melalui bimtek ini, kami berharap lahir buku cerita anak berbahasa daerah dan bahasa Indonesia yang menarik, edukatif, dan berkontribusi pada pelestarian budaya lokal,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.