Tandaseru — 221 warga Kota Ternate, Maluku Utara, dilaporkan menjadi korban praktik investasi bodong dengan total kerugian mencapai Rp750 juta. Menanggapi maraknya kasus yang kini telah masuk ke ranah hukum tersebut, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, meminta masyarakat lebih cerdas dan menggunakan akal sehat dalam melihat setiap tawaran keuntungan yang tidak masuk akal.
Wali Kota menekankan, fenomena ini menjadi alarm bagi warga untuk lebih selektif sebelum memutuskan menanamkan modal. Ia meminta masyarakat tidak hanya mengejar profit besar secara instan, tetapi juga harus melakukan verifikasi mendalam terhadap mekanisme dan legalitas entitas investasi tersebut.
“Secara cerdas, secara smart itu harus dilihat. Kalau investasi itu bodong, jangan terpengaruh dengan janji-janji yang tidak masuk akal,” tegas Tauhid kepada awak media, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, ketidaktelitian masyarakat memahami kondisi investasi yang sebenarnya hanya akan berakhir pada kerugian finansial pribadi. Tauhid berharap warga semakin pandai membedakan antara peluang bisnis yang riil dengan skema penipuan yang seringkali berkedok investasi cepat kaya.
“Semestinya warga semakin pandai untuk melihat mana investasi yang betul-betul sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Karena investasi bodong itu ujung-ujungnya merugikan masyarakat,” sambungnya.
Hingga saat ini, seluruh laporan terkait kerugian senilai Rp750 juta yang dialami ratusan warga tersebut telah ditangani pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Tauhid kembali menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergoda oleh iming-iming yang di luar kewajaran.
“Saya mengimbau untuk tidak terpengaruh dengan janji-janji yang tidak masuk akal,” pungkas Tauhid.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.