Tandaseru — Keluarga besar Universitas Khairun (Unkhair) menggelar zikir dan doa bersama di pelataran Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, serta keberkahan bagi seluruh civitas akademika Unkhair.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kesadaran bersama bahwa pembangunan institusi tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras dan rasionalitas semata.

“Kita membutuhkan kekuatan spiritual dan pertolongan dari Allah SWT dalam setiap langkah memajukan universitas,” ujar Prof. Abdullah.

Menurutnya, zikir dan doa menjadi fondasi batiniah dalam memperkuat langkah strategis kampus, termasuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta menjawab berbagai tantangan zaman.

Rektor berharap, Unkhair senantiasa mendapat perlindungan dan terus berkembang menjadi kampus yang unggul secara akademik, sekaligus kokoh dalam nilai-nilai moral dan spiritual.

Usai zikir, Al Habib Abdurrahman bin Kamil Assegaf, dalam tausiahnya menyampaikan, terdapat tiga butir utama rangkaian kegiatan tersebut, yakni pembacaan zikir, doa, serta salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Al Habib Abdurrahman menyebutkan adanya amalan yang dibagikan untuk dibaca setelah salat lima waktu, seperti salawat daf’il bala karya Habib Hasan Bahrun, dan doa tolak bala, sebagai ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Menurut Al Habib Abdurrahman, zikir memiliki dua makna, yakni mengingat dan menyebut nama Allah, yang terbagi dalam zikir lisan dan zikir hati.

“Zikir yang paling utama adalah menggabungkan zikir lisan dan hati, sehingga setiap penyebutan nama Allah juga hadir dalam hati,” jelasnya.

Ia menambahkan, zikir juga dapat diwujudkan melalui perbuatan. Jika zikir lisan, hati, dan perbuatan dipadukan, akan menghadirkan ketenangan jiwa.

Selain itu, dalam aktivitas sehari-hari seperti mengajar, juga termasuk bagian dari zikir apabila diniatkan untuk memberi manfaat dan mencari ridha Allah SWT.

Kata Al Habib Abdurrahman, doa merupakan inti dari ibadah dan diyakini setiap doa akan diterima oleh Allah SWT, baik dikabulkan sesuai permintaan maupun diganti dengan yang lebih baik.

“Salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW menjadi amalan yang menggabungkan zikir dan doa, sekaligus bentuk kecintaan kepada Rasulullah,” tambahnya.

Kegiatan zikir dan doa bersama ini diikuti pimpinan, dosen, tenaga kependidikan (Tendik), serta mahasiswa, dan ditutup dengan doa tolak bala.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter