Tandaseru – Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dodaga Berkah di Kecamatan Wasile Timur hingga kini belum beroperasi secara maksimal. Keterbatasan sarana pendukung dan minimnya anggaran operasional menjadi hambatan utama bagi fasilitas pengolahan limbah tersebut.
Ketua Pengelola TPS3R, Hamid HJ Ibrahim, mengungkapkan pihaknya saat ini masih menunggu pengadaan tong atau bak residu dari Pemerintah Desa Dodaga. Tanpa fasilitas penampungan tersebut, proses pengumpulan dan pemilahan sampah tidak dapat berjalan efektif.
“Selain sarana, kami juga menghadapi kendala biaya operasional, seperti kebutuhan BBM untuk kendaraan operasional Viar serta honor bagi operator dan pengelola mesin,” ujar Hamid.
Persoalan ini juga telah disampaikan Camat Wasile Timur, Malawat Soar, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, dalam rapat umum yang digelar 6 Maret 2026 lalu.
Menanggapi laporan tersebut, Sekda Halmahera Timur menyatakan pemerintah daerah berkomitmen mengalokasikan dukungan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
Ricky menjelaskan, kendala pendanaan ini terjadi karena serah terima aset TPS3R dilakukan setelah pagu anggaran induk ditetapkan, sehingga belum sempat terakomodasi dalam anggaran berjalan tahun ini.
Sejalan dengan visi kawasan bebas sampah tahun 2026, Camat Wasile Timur, Malawat Soar, menginstruksikan seluruh pemerintah desa di wilayahnya untuk segera menyediakan bak residu secara mandiri. Langkah ini dinilai penting sebagai persiapan awal sebelum sistem pengelolaan sampah di TPS3R benar-benar aktif.
Dengan adanya komitmen anggaran tambahan dari pemerintah daerah, TPS3R Dodaga Berkah diharapkan dapat segera beroperasi penuh guna memberikan solusi kebersihan lingkungan bagi masyarakat Wasile Timur.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.