Tandaseru — Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara resmi menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Bahasa Daerah di Aula Dinas Pendidikan Kota Tidore, Rabu (8/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk merevitalisasi dan menjaga bahasa daerah agar tidak punah di tengah arus globalisasi.
Kegiatan yang melibatkan para pengajar tingkat SD dan SMP se-Kota Tidore Kepulauan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain.
Dalam sambutannya, Taher menekankan bahwa pengakuan bahasa daerah sangat krusial karena berkaitan erat dengan jati diri masyarakat Tidore serta kekayaan budaya yang terkandung di dalamnya. Ia mengkhawatirkan jika bahasa daerah ditinggalkan, generasi mendatang akan kehilangan akar budayanya.
”Kegiatan ini menjadi angin segar bagi pemerintah dan masyarakat dalam mendorong status Bahasa Tidore agar diakui sebagai bahasa daerah yang mandiri, bukan sekadar dialek dari bahasa Ternate,” ujar Taher.
Lebih lanjut, Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menggunakan bahasa Tidore dalam kehidupan sehari-hari. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penguatan bahasa daerah tidak akan menggeser posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Bimtek ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya, Jamil Hadi (Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan), Yurna Idrus, S.Pd. (Pengajar Bahasa Daerah), Ervan Widyas Saputra, S.Pd. (Pengajar Bahasa Daerah), dan Rian Kamary (Sastrawan).
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kepala Balai Bahasa Maluku Utara, Damaz Aristy, jajaran pimpinan OPD terkait, serta para guru peserta bimtek. Melalui pelatihan ini, para pengajar diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam mentransfer pengetahuan bahasa daerah kepada siswa secara efektif dan berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.