Tandaseru – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan aparat keamanan untuk segera mengevakuasi warga terdampak gempa tektonik bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).

Sekretaris Kabinet, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi Presiden telah memantau situasi secara intensif setelah menerima laporan dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

“Presiden sudah langsung perintahkan seluruh aparat dan tim BNPB secepat mungkin mengevakuasi warga terdampak, terutama di Bitung, Ternate, dan Pulau Batang Dua,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Data Teknis dan Dampak Gempa

Berdasarkan data laporan, gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan rincian sebagai berikut:

  • Magnitudo: 7,6
  • Episenter: 1,25 LU dan 126,27 BT (129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara).
  • Kedalaman: 33 kilometer.
  • Durasi Guncangan: 10 hingga 20 detik di wilayah Bitung dan sekitarnya.

Korban Jiwa dan Kerusakan

Hingga pukul 08.00 WIB, BNPB mencatat satu korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban ditemukan tidak bernyawa tertimbun reruntuhan Gedung KONI di Lapangan Olahraga Sario, Kota Manado. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, dan TNI-Polri masih terus menyisir lokasi kejadian.

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga dilaporkan di beberapa titik:

  1. Kecamatan Pulau Batang Dua (Ternate): Enam unit tempat ibadah mengalami kerusakan.
  2. Kecamatan Ternate Selatan: Dua unit rumah rusak di Kelurahan Ganbesi.
  3. Kota Bitung & Ternate: Masyarakat dilaporkan sempat panik dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan kuat.

Pemerintah melalui BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memasuki bangunan yang telah terdampak retakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Saat ini, Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan status tanggap darurat bencana guna mempercepat penanganan di lapangan.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter