Tandaseru – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala, meninjau langsung lokasi pengungsian warga di Gunung Manyasal, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (2/4/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kondisi warga yang mengungsi pascagempa bumi magnitudo 7,3 yang mengguncang perairan Sulawesi Utara.

Warga dari dua desa, yakni Desa Tuada dan Desa Todowongi, memilih mengungsi secara mandiri ke dataran tinggi demi menghindari risiko gempa susulan dan potensi tsunami yang sempat dikeluarkan oleh BMKG.

Meri Popala, yang merupakan anggota Komisi III DPRD Malut dari Dapil I Ternate-Halmahera Barat, bergerak menuju lokasi usai melakukan agenda kunjungan kerja di wilayah sekitar.

“Kami dari Komisi III tadi melakukan kunjungan di Desa Akeara, dan saya mendapat informasi ada warga dua desa di Kecamatan Jailolo yang mengungsi di Gunung Manyasal, sehingga kami langsung berkunjung ke lokasi,” ujar Meri.

Selain memantau kondisi lapangan, Meri juga menyalurkan bantuan logistik berupa air mineral di beberapa titik pengungsian, termasuk di wilayah Ulo. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di lokasi darurat.

“Dalam kunjungan tadi saya juga memberikan bantuan air mineral kepada warga. Di pos pertama di Ulo juga kami salurkan bantuan yang sama untuk membantu kebutuhan dasar mereka,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Meri juga memberikan edukasi dan dukungan moril agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Meski demikian, sebagian besar warga terpantau masih memilih bertahan di tenda pengungsian karena faktor trauma.

“Kami sudah mencoba memberikan pemahaman kepada warga, namun mereka masih belum mau kembali ke rumah karena masih takut akan gempa susulan,” pungkas Meri.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Mardi Hamid
Reporter