Tandaseru – Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu memimpin langsung pengamanan dan razia skala besar menyusul bentrokan antarwarga Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Selasa (31/3/2026). Dalam operasi tersebut, aparat gabungan TNI-Polri menyita sejumlah senjata tajam hingga bom rakitan.
Operasi pengamanan dimulai sejak pukul 00.50 WIT dengan melibatkan lebih dari 200 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta Brimob Pelopor Batalyon C Tobelo. Kapolres didampingi Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf Alex Donald ML Gaol, menginstruksikan penyisiran di kedua desa untuk membubarkan massa.
“Begitu ada laporan bentrok, kami langsung turun bersama TNI. Tidak boleh ada ruang bagi aksi-aksi yang mengganggu keamanan. Kami langsung melakukan penyisiran untuk mengamankan barang bukti dan mencegah bentrok susulan,” tegas Erlichson.
Dalam penyisiran dini hari tersebut, petugas mengamankan dua warga Desa Kira yang kedapatan membawa parang di lokasi kejadian. Keduanya langsung dibawa ke Pos Pengamanan Desa Duma untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Temuan Senjata dan Bom Rakitan
Memasuki pagi hari, razia dikembangkan ke rumah-rumah warga untuk mencari senjata yang berpotensi digunakan dalam konflik. Hasilnya, petugas mengamankan puluhan barang bukti berbahaya, di antaranya:
- Senjata tajam jenis parang.
- Satu unit senapan angin lengkap dengan teleskop serta komponen senapan lainnya.
- Katapel yang diduga disiapkan untuk bentrokan.
- Dua galon minuman keras tradisional jenis cap tikus.
- Satu unit bom rakitan.
Erlichson menyoroti temuan bom rakitan tersebut sebagai ancaman serius yang dapat memakan korban jiwa jika tidak segera diamankan. Seluruh barang bukti kini telah dibawa ke Mapolres Halmahera Utara.
Kasi Humas Polres Halut, IPTU Hopni Saribu, menambahkan selain pengamanan terbuka, kepolisian juga melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui pemicu bentrokan.
“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan cara-cara humanis dan persuasif bersama tokoh masyarakat serta pemerintah setempat agar situasi segera kondusif dan masyarakat kembali beraktivitas normal,” jelas Hopni.
Saat ini, personel gabungan masih disiagakan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas susulan di wilayah Galela Barat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.