Tandaseru – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meresmikan kolam renang militer “Tirta Jala Kie Raha” milik Pangkalan TNI-AL (Lanal) Ternate, Sabtu (14/2/2026). Selain sebagai sarana latihan prajurit, fasilitas ini diproyeksikan menjadi wahana pengembangan olahraga selam bagi masyarakat umum dan generasi muda di Maluku Utara.

Peresmian yang ditandai dengan penekanan tombol sirine ini turut disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara.

Investasi SDM dan Budaya Maritim

Dalam sambutannya, Sherly menegaskan kehadiran kolam renang ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan investasi strategis bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Maluku Utara adalah provinsi kepulauan. Kemampuan renang dan selam bukan sekadar olahraga, tapi kompetensi dasar maritim. Saya berharap kolam ini tidak hanya menjadi fasilitas internal, tetapi juga wahana pengenalan olahraga selam rekreasi bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek keamanan,” ujar Sherly.

Ia menambahkan, TNI AL memiliki posisi strategis untuk menjadi pelopor budaya selam yang aman, mengingat kekayaan bawah laut Maluku Utara, mulai dari Morotai hingga Kepulauan Sula, merupakan aset pariwisata dan ekonomi daerah yang besar.

Sejarah dan Spesifikasi Kolam

Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Ternate, Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto, mengungkapkan kolam renang ini sebelumnya sempat terbengkalai sejak tahun 2018. Proses revitalisasi dimulai setelah adanya sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara sejak Juli 2025.

Detail Fasilitas:

  • Kedalaman: Mencapai 6 meter (mendukung latihan selam/scuba).
  • Referensi Desain: Mengacu pada 12 titik fasilitas TNI AL, termasuk milik Kopassus di Cijantung.
  • Peruntukan: Fasilitas internal TNI AL, kegiatan Pemprov Malut, dan pengembangan minat olahraga masyarakat.

Meski sudah diresmikan, Gurtom mengakui masih ada beberapa fasilitas penunjang yang perlu dilengkapi untuk memaksimalkan pelayanan bagi publik, di antaranya:

  • Pemasangan jalur lintasan renang.
  • Pembangunan ruang ganti terpisah antara pria dan wanita.
  • Pembangunan pagar pembatas di sisi luar area kolam.

“Harapan kami ke depan, dengan dukungan berkelanjutan dari ibu gubernur, fasilitas yang masih kurang ini dapat segera dilengkapi agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkas Gurtom.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter