Tandaseru — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB) menggelar program Goes to School dengan menyambangi sejumlah SMA, SMK, dan MA di Maluku Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Mengusung tema “Membangun masa depan berbasis kearifan lokal dan inovasi global”, tim FIB memperkenalkan lima program studi, yakni Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Ilmu Sejarah, Antropologi Sosial, dan Usaha Perjalanan Wisata.
Sosialisasi juga mencakup penjelasan jalur masuk Universitas Khairun melalui tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes Ujian Tulis Berbasis Tes (SNBT-UTBK), dan jalur Mandiri.
Tim sosialisasi FIB di Kabupaten Kepulauan Sula dan Halmahera Timur, Jainul Yusup, S.S., M. Hum, mengatakan pembelajaran di FIB kini berkembang lebih dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
“Mahasiswa tidak hanya belajar bahasa, sastra, sejarah, budaya, dan pariwisata, tetapi juga dibekali keterampilan digital humanities, industri kreatif, hingga manajemen budaya,” ujar Jainul yang juga Koordinator Prodi Ilmu Sejarah FIB Unkhair.
Ia menjelaskan, FIB memiliki sejumlah fasilitas pendukung, antara lain laboratorium bahasa, laboratorium sejarah, laboratorium antropologi, perpustakaan digital, serta ruang kreatif mahasiswa.
Selain pengenalan prodi, tim juga menyampaikan informasi mengenai berbagai skema beasiswa yang dapat diakses calon mahasiswa, seperti KIP Kuliah, beasiswa pemerintah daerah, beasiswa sektor pertambangan, beasiswa transmigrasi dari kementerian terkait, hingga beasiswa Bank Indonesia dan dukungan dari pemerintah desa.
“Beasiswa tersedia cukup banyak. Siswa perlu aktif mencari informasi dan mempersiapkan diri,” kata Jainul.
Alumni FIB Unkhair, sambung Jainul, telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari perbankan, media, pendidikan, hingga instansi pemerintahan.
Sosialisasi berlangsung di sejumlah sekolah, antara lain SMA Negeri 1 Kepulauan Sula, SMK Negeri 1 Kepulauan Sula, SMA Al Hilal Sula, dan MAN 1 Kepulauan Sula.
Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama terkait peluang pertukaran mahasiswa dan kehadiran dosen tamu dari tingkat nasional hingga internasional.
Jainul menegaskan, FIB ingin mendorong generasi muda Maluku Utara melihat identitas budaya sebagai modal strategis di masa depan.
“Di FIB, mahasiswa tidak hanya mempelajari masa lalu, tetapi juga belajar mengemas budaya, bahasa, dan sejarah dengan teknologi serta komunikasi modern,” tutupnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.