Tandaseru – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menggelar zikir dan doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kegiatan yang dipimpin Ustaz Sayuti Wahab ini diselenggarakan di Masjid Nur Rahmat Gotalamo dan turut melibatkan Majelis Zikir dan Sholawat Rijalul Ansor serta PC IKA PMII Pulau Morotai.

Ketua GP Ansor Morotai, Gus Safrudin Boy, menyampaikan duka mendalam atas musibah hidrometeorologi yang telah merenggut banyak korban jiwa dan merusak ribuan rumah serta fasilitas publik di tiga provinsi tersebut.

“Ansor Morotai berzikir, jika langkah dan tangan kita tak sampai untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir, maka zikir dan doa adalah langkah yang tepat untuk mendoakan saudara-saudara kita yang berada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ujar Safrudin.

Safrudin berharap seluruh korban di Sumut, Sumbar, dan Aceh diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini, serta berharap wilayah tersebut segera pulih dari bencana alam. Ia juga berharap korban yang masih hilang dapat segera ditemukan, dan para korban meninggal dunia ditingkatkan derajatnya.

Mengutip data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat per Kamis (11/12/2025), bencana ini telah mencatat jumlah korban tewas mencapai 990 jiwa.

Safrudin juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai evaluasi menyeluruh.

“Menjaga kelestarian hutan adalah wajib, karena jika salah pengelolaan maka dampaknya sangat besar bagi umat,” tuturnya.

Sebagai bentuk nyata, Safrudin menambahkan bahwa GP Ansor Pusat juga telah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa penggalangan dana sebesar Rp 3,5 miliar, yang akan diberikan langsung kepada korban bencana banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter