Tandaseru – Kegiatan monitoring dan peninjauan lahan untuk pembangunan Batalyon Tempur (Yon TP) dan Kodim di Kabupaten Pulau Taliabu dilaksanakan pada Rabu (26/11/2025). Kunjungan ini dipimpin Kasi Ren Korem 152/Babullah, Kolonel Arh Isdarmawan bersama istri dan rombongan jajaran Kodim 1510/Sula.

Dalam peninjauan tersebut, Isdarmawan menyampaikan bahwa pembangunan satuan kewilayahan dan satuan tempur di Pulau Taliabu merupakan kebutuhan strategis bagi pertahanan wilayah.

“Pertumbuhan penduduk, dinamika keamanan, dan tuntutan pembinaan teritorial yang semakin kompleks menuntut adanya kehadiran komando kewilayahan yang lebih efektif,” ujarnya.

Menurut Isdarmawan, hadirnya Kodim dan Yon Tempur nantinya akan memperkuat stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan jangkauan pelayanan keamanan kepada masyarakat di daerah perbatasan dan terluar.

Kegiatan dimulai pukul 08.15 WIT dengan peninjauan lahan Kodim Taliabu di Desa Kilong, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Makoramil 1510-02/Bobong dan agenda tatap muka bersama prajurit serta Persit. Sekitar pukul 09.20 WIT, rombongan beralih ke Desa Kawalo dan Woyo untuk melihat langsung lahan yang akan diperuntukkan bagi Batalyon Tempur.

Isdarmawan menyebut pemilihan lokasi menjadi kunci penting untuk perencanaan jangka panjang satuan.

“Peninjauan lahan harus memastikan kelayakan topografi, luas, aksesibilitas dan keamanan. Lokasi yang dipilih juga harus strategis terhadap jalur logistik dan mobilitas pasukan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat.

“Sinergi dengan Pemda sangat diperlukan, baik dalam penyediaan lahan, legalitas maupun dukungan fasilitas dasar seperti air, listrik, dan akses jalan. Kami juga mengharapkan pelibatan tokoh masyarakat agar dukungan publik semakin kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Arwin Tamimi, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Pulau Taliabu selaku Pemerintah Daerah Taliabu, memastikan akan melakukan pengukuran ulang lahan serta menuntaskan proses administrasi pembebasan tanah yang masih terkendala.

Isdarmawan menjelaskan bahwa Kodim dan Yon Tempur yang akan dibangun nantinya mencakup perkantoran, barak prajurit, gudang senjata, hingga fasilitas pendukung lainnya secara bertahap sesuai prioritas dan anggaran. Ia juga menyampaikan harapan bahwa seluruh proses menuju pembangunan fisik dapat berjalan cepat dan lancar.

“Kami berharap dukungan penuh dari Pemda maupun masyarakat agar satuan ini dapat segera siap operasional, sebagai unsur pertahanan yang mampu memberikan rasa aman bagi seluruh warga,” tegasnya.

Selain memperkuat pertahanan, kehadiran satuan juga diharapkan memberi dampak ekonomi.

“Pembangunan fasilitas militer akan membuka peluang kerja, menggerakkan ekonomi lokal, serta meningkatkan interaksi sosial antara TNI dan masyarakat,” tandasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Reporter