Tandaseru — Ketua Komisi I DPRD Halmahera Barat, Maluku Utara, Yoram Uang, mengatakan pentingnya peran pemuda bukan hanya sebagai penggagas ide, tetapi juga harus dengan semangat perubahan dan kontribusi nyata untuk daerah dan bangsa.
Hal ini disampaikan Yoram usai mengikuti Refleksi Sumpah Pemuda ke 97 Bacarita Pemuda dengan tema “Peran Pemuda dan Masa Depan Halmahera Barat” yang dilaksanakan oleh DPD KNPI Halbar di Kiram Coffe Desa Hatebicara, Kecamatan Jailolo, Jumat (31/10/2025) malam.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran anggota DPRD, Perwakilan Pemerintah Daerah Camat Tobaru Aknosius Datang, pengurus KNPI Halbar, dan para OKP di Halbar.
Ia menyampaikan, pemuda adalah agen perubahan. Hal ini dapat diwujudkan mendukung perubahan-perubahan secara nasional maupun daerah menuju arah yang lebih baik. Kemudian, agen pembangunan, pemuda memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau mendukung pembangunan di berbagai bidang baik pembangunan secara nasional maupun daerah.
“Agen pembangunan di sini bukan hanya secara fisik maupaun non fisik tetapi kemampuan mengembangkan potensi generasi muda lainnya. Potensi produktivitas dalam diri para generasi muda dikembangkan demi tercapainya suatu bangsa atau daerah,” ungkapnya.
Yoram mengungkapkan, pemuda juga sebagai agen pembaharuan. Pemuda Indonesia harus punya kemampuan dalam menganalisis perubahan zaman sehingga mereka dapat memilih mana yang perlu diubah dan mana yang harus dipertahankan.
“Refleksi ini harus menjadi ruang untuk meninjau ulang makna Sumpah Pemuda dalam konteks kekinian. Dulu pemuda berjuang untuk persatuan bangsa, hari ini pemuda di Halbar harus hadir dengan pelaku perubahan yang mengeksekusi gagasan secara nyata,” ujar Yoram.
Waketum DPP Apdesi ini juga mengatakan, pemuda harus bangkit dan bersuara, jangan terlena dalam kenyaman hidup di era digital sekarang ini yang serba mudah.
“Refleksi bacarita pemuda dengan tema “Peran Pemuda dan Masa Depan Halmahera Barat” itu berarti PR kita semakin banyak dan semakin menantang,” tuturnya.
Ketua Suku Tobaru Maluku Utara yang baru saja terpilih ini juga mengatakan, kemajuan daerah ke depan tergantung apa yang kita lakukan sekarang ini.
“Jadi adik-adik regenerasi yang belum terlibat dan akan terlibat untuk generasi ke depan harus mampu menampung kritikan dari senior-senior yang sudah terlibat langsung baik itu di legislatif, di eksekutif, dan politik. Dan sebaliknya, kita juga siap menampung aspirasi maupun kritika dari adik-adik untuk kabaikan bersama daerah ini ke depan,” tandasnya.
Ketua Fraksi Demokrat ini juga menegaskan, semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi pengingat akan tanggung jawab generasi penerus.
“Saya mengajak pemuda yang ada di Halmahera Barat untuk memperkuat peran dan aktif dalam pembangunan daerah. Jangan dikritik langsung marah, dan ini harus diteruskan dari generasi ke generasi,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.