Tandaseru — Komunitas Pijar NC bekerjasama dengan Konselor VCT HIV/AIDS Indonesia (PKVHI) provinsi Maluku Utara dan Ternate Creative Space (TCS) menggelar mini workshop HIV/AIDS gerakan “Youth for HIV Awareness”. Kegiatan ini berlangsung di pendopo Benteng Oranje Ternate, Minggu (19/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak muda mengenai HIV/AIDS serta pentingnya peran generasi muda dalam upaya pencegahan penularan. Workshop diikuti 50 peserta yang berasal dari berbagai komunitas pemuda, mahasiswa, serta relawan kesehatan.

Kegiatan dibuka Nurjaya Ibrahim, anggota Komisi III DPRD Kota Ternate. Dalam sambutannya ia menegaskan, pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam edukasi dan advokasi HIV, mendorong komunitas untuk intensif melakukan edukasi, berkolaborasi dan membangun jejaring dalam mengatasi tiap permasalahan kesehatan.

“Terutama kesehatan anak muda saat ini,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan edukatif, dipandu moderator Slahuddin Hasim, Ketua Umum Pijar NC. Materi yang disampaikan mencakup pengetahuan dasar tentang HIV/AIDS, cara penularan dan pencegahannya, serta isu-isu sosial yang dihadapi remaja terkait stigma dan diskriminasi. Selain itu, peserta juga dilibatkan dalam games mengenai Fakta dan Mitos HIV/AIDS, diskusi dan berbagi pengalaman mengenai masalah kesehatan terutama IMS (infeksi menular seksual).

Adapun pemateri yang dihadirkan adalah dr. Asyura Abdullah Sp.PD, dokter pada Pelayanan Perawatan dan Dukungan Pengobatan (PDP) Klinik Jasmine RSCHB Ternate, Hesty Elvianty Masry, Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dan Didi Hatim, Ketua Persatuan Konselor VCT HIV Provinsi Maluku Utara.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam menyebarkan informasi yang benar tentang HIV.

“Anak muda harus berani tahu status kesehatannya. Mengetahui status bukan hal yang menakutkan, tapi langkah awal untuk menjaga diri dan orang lain,” ujar Didi Hatim yang juga Ketua PKVHI.

Salah satu peserta, Dela Langadu, dari komunitas Forsig mengungkapkan workshop ini membuka pikirannya bahwa berbicara tentang HIV bukan hal tabu.

“Justru penting agar kita bisa saling melindungi. Saya ingin kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali dengan melibatkan banyak anak muda,” tukasnya.

Komunitas Pijar NC dan PKVHI Maluku Utara berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa di sekolah, kampus, dan komunitas lainnya sebagai bagian dari gerakan “Youth for HIV Awareness” yang berkelanjutan.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter