Tandaseru — Abrasi pantai terus terjadi di kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Abrasi menyebabkan jembatan di desa Sabala, kecamatan Morotai Selatan, nyaris terdampak.
Kondisi ini disebabkan aktivitas pengambilan pasir liar di lokasi dekat jembatan selama bertahun-tahun. Abrasi yang kian parah kini jaraknya hanya kurang lebih 10 meter dari jalan raya utama.
Salah satu sopir angkutan umum antarkecamatan, Rudi, mengaku kondisi ini amat mengkhawatirkan.
“Dulunya kelapa di kiri jalan menuju pusat kota ini sangat banyak. Tapi ketika pengambilan pasir liar, pohon kelapa pun hilang semua,” ungkapnya kepada tandaseru.com, Sabtu (11/10/2025).
“Yang pasti ini harus dibuat semacam swering. Jika tidak, lama kelamaan jembatan ini bisa putus dihantam abrasi,” sambung Rudi.
Sementara itu, Kepala DLH Pulau Morotai Djasmin Taher yang dikonfirmasi terpisah soal abrasi belum terhubung hingga berita ini ditayangkan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.