Lanjut dia, isu lingkungan pun harus mendapat perhatian. Sebab, telah banyak hutan yang dibabat habis, imbas dari kurang lebih 127 izin usaha pertambangan (IUP) yang bercokol di Maluku Utara.

“Itu baru yang dapat izin, belum yang ilegal. Jadi hitung-hitung sekitar 170 lebih. Maka dari itu, titik fokus kita di kepengurusan kali ini kita tekankan pada isu-isu yang kemudian terjadi di Maluku Utara,” timpal dia.

Fokus selanjutnya adalah isu di internal Unkhair sendiri. Fatahuddin bilang, sebagai representasi dari sekitar 17 ribu mahasiswa, maka BEM yang baru dilantik ini akan menjadi penyambung lidah aspirasi seluruh mahasiswa Unkhair.

“Maka dari itu satu mahasiswa sakit, kita semua sakit, satu mahasiswa Unkhair lapar maka kita semua lapar,” cetusnya seraya berharap semua pengurus baru dapat bersama-sama mem-preasure setiap masalah yang terjadi di kampus.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Kadir Kamaluddin, SP.,M.Si, menyampaikan pesan agar para pengurus BEM Unkhair yang telah dilantik dan diambil sumpah untuk menjalan tugas dan kewajibannya dengan baik.

Menurut Abdul Kadir, masa perkuliahan dengan berorganisasi sangatlah penting bagi mahasiswa.

Ia pun memastikan bahwa mahasiswa yang ikut berorganisasi akan menjadi orang-orang yang sukses kedepannya, karena banyaknya pengalaman yang diperoleh.

“Jadi sebenarnya organisasi ini adalah proses pembelajaran,” ucap dia.

Ia pun berpesan kepada pengurus di periode ini agar tidak menyusun terlalu banyak program kerja, karena masa periodesasi yang singkat hanya 1 tahun.

“Karena ini adalah proses pembelajaran bagi kita, kita belajar berorganisasi ini. Belajar bagaimana berorganisasi yang baik, di sinilah kita belajar,” timpal dia.