Djusman juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat saat ini, rekam jejak digital akan tersimpan rapi.

“Untuk itu, harus bijak menggunakan media sosial. Jangan saling menghujat, saling menjatuhkan, tidak boleh menyebarkan apalagi sampai menciptakan hoaks atau berita bohong. Semua itu ada konsekuensi hukum, maka itu kita harus bijak dalam menggunakan platform media sosial,” kata Djusman.

Kegiatan diskusi nanti akan menghadirkan pemateri dari berbagai keahlian. Seperti peneliti dari Politika Research and Colsulting (PRC), Komisioner Bawaslu Provinsi Maluku Utara, dan Ketua Program Studi Politik FISIP Unas Jakarta.