“Bahkan kami ada yang meminta bantuan dari orang tua murid untuk bisa menyediakan itu (ATK). Terkait dana BOS juga tidak ada tranparansi dan tidak ada pelaksanaan juga,” tambahnya.
Aksi tersebut pun membuat aktivitas belajar mengajar terpaksa terhenti.
Mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muchlis Djumadil langsung merespon cepat dengan menonaktifkan sementara Kepsek Usman.
“Kami sudah mengambil langkah tegas, yang pertama kepala sekolahnya dinonaktifkan sementara, dan dari dinas pendidikan akan mengusulkan ke BKPSDM agar segera diproses masalah tersebut,” katanya.
Muchlis mengaku, pihaknya telah mengadakan rapat dengan para dewan guru bersama orang tua murid untuk mencari solusi atas masalah tersebut.
“Bahwa proses belajar mengajar itu tetap dilaksanakan, terkait proses pemeriksaan nanti akan dilakukan secepatnya,” timpal dia.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.