Disamping itu, dibahas pula penyiapan dokumen lingkungan berupa UPL/UKL yang kemudian oleh Satker Perumahan telah disetujui dimasukkan pada item pekerjaan dari PT Nindya Karya.

Sesuai target dari Satker Perumahan, kata Rus’an, waktu pelaksanaan pembangunan rumah Huntap selesai dalam kurun waktu 3 bulan.

“Sudah dibuat sekarang itu sekitar 5 persen berupa landasan awal, dan telah disiapkan panel untuk bangunan rumah juga sudah ada. Kalau yang dibangun itu rumah tipe 36 atau dua kamar, ruang tamu dan dapur dengan luasan lahan kaapling 10×15 meter untuk setiap rumah. Kalau untuk sekolah nanti dibangun oleh BPPW yang sementara ini masih di bahas anggarannya,” tandasnya.

Kepala Disperkimtan Kota Ternate Tonny S. Pontoh menambahkan, rumah huntap untuk 49 kepala keluarga korban banjir bandang Rua ini sesuai data yang telah diverifikasi pasca bencana. Dikatakan, data tersebut sesuai by name by address, dengan pengertian yakni rumah yang tertimpa bencana dan terkena relokasi jumlahnya ada 49 rumah.

Selain rumah huntap, akan dibangun juga musala dan sekolah.

Tonny berharap, kedepannya nanti rumah huntap ini dapat bermanfaat bagi warga korban bencana. Karena sesuai site plane hunian yang dibangun ini dapat memberikan kenyamanan bagi warga.

Bangunan rumah dan lingkungannya akan dibuat sangat asri dan nyaman, selain itu juga akan dibangun sejumlah fasilitas umum termasuk instalasi rumah air minum dan listrik pada setiap rumah yang dibangun.

“Kami juga sudah koordinasi dengan PLN dan PDAM tinggal pelaksanaannya saja, Insya Allah 21 Desember 2024 sudah selesai dan dilakukan peresmian oleh pak wali kota. Bahkan data calon penghuni rumah juga kita siapkan,” jelasnya.