Sementara, sebagai Coach, Sadek Arbi berharap, 21 Reformer yang mewakili Kota Tidore telah melahirkan berbagai inovasi luar biasa, sebagai coach tentu ia akan mengawal, bukan saja pada jangka pendek 60 hari melahirkan sebuah inovasi, tapi yang diharapkan adalah jangka menengahnya, kemudian jangka panjang
“Dikawal terus oleh yang bersangkutan atau yang menggantikannya di jabatan itu, sehingga inovasi itu bisa berlanjut, dan bisa bermanfaat bagi daerah, masyarakat dan instansinya, tapi diutamakan untuk masyarakat agar bisa merasakan dampak baik dari inovasi ini, untuk 21 Reformer yang telah menciptakan inovasi ini diharapkan bisa mengawalnya sampai pada jangka menengah dan jangka Panjang,” ucapnya.
Adapun 21 Aksi Perubahan tersebut diantaranya, Diari Inspektorat (Digitalisasi Arsip Pengawasan Inspektorat) digagas oleh Mansur Ismail, S.Pd, Germas Kumuh (Gerakan Masyarakat Sadar Kumuh) digagas oleh Malik A. Rahman, ST, Gurua Saber Pungli (Penanggulangan Korupsi Melalui Penguatan Tim Saber Pungli) digagas oleh Sitti Fatimah Ismail, S.IP, Pantau Si Jola (Peran Orang Tua dalam Mengawasi Ujian Sekolah) digagas oleh Yakub Ismail, SE.
Damping BuWinda (Pendampingan BUMDES Menuju Kemandirian Desa Wisata) digagas oleh Gesti Kelian, S.Hut.,M.Si, I-Kemistri (Integrasi Kemiskinan Terintegrasi) digagas oleh Nura’ini Stoffel, SE, D’masiv (Desk Masalah Inovasi) digagas oleh Ramli Saraha, S.IP.,M.Si, Aman Mesra (Pengamanan Barang Milik Daerah Berbasis Arsip Digital) digagas oleh Marwiah Abdurrahman, S.AP, Transaksi Belanja Daerah Menggunakan Aplikasi Qlola digagas oleh Samsul Bahri Ache.
Mari Iko Renbang (Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan dan Pembangunan Desa/Kelurahan) digagas oleh Abdul Kadir Din, SE, Tembang Idaman (Strategi Pengembangan Wirausaha Muda Kota Tidore Kepulauan) digagas oleh Stella Novita Mamole, S.AP, Majang se Marasai (Menjaga Bangunan Pengaman Pantai dengan Masyarakat Rembuk Aksi Cinta Pantai) digagas oleh Ir. M. Jaelani, ST.,MT., Gerak Bantu Huni digagas oleh Iqbal M. Daaly
Baratib di Desa (Bersama Aparatur Tertibkan Administrasi Desa) digagas oleh Muhammad Abdullah, S.S, Gemar Makudaga (Gerakan Kampung Peduli Sosialisasi Narkoba Berbasis Keluarga) digagas oleh Sabandia Abubakar, Parkeren (Zona Parkir Kendaraan Bermotor) digagas oleh Firta Radjabessy, SE, Twenty One ASN (Pemenuhan Hak Pengembangan Kompetensi 20 JP Bagi ASN dalam Meningkatkan Indeks Profesional ASN) digagas oleh Farid Abdurrahman, SE.,M.SI.
Kado Inflasi (Upaya Optimalisasi Pengendalian Inflasi) digagas oleh Nurlaila Yasin, SE, Gradasi PPDB (Gerakan Sadar Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru) digagas oleh Halik Suleman, M.Si, Ramas Sagu (Percepatan Informasi Sistem Administrasi Kepegawaian dan Mutasi) digagas oleh Khairunnisa Mahmud, S.S, dan aksi perubahan SIAP PIMPINAN (Akselerasi Sistem Informasi Agenda Pimpinan) yang digagas oleh Ridwan Hadji, SH.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.