Kini, perahu kora-kora menjadi alat transportasi di laut yang unik dan sulit ditemukan. Keunikan ini disadari menjadi sebuah peluang untuk dikembangkan serta ditingkatkan dalam wujud investasi pembangunan prasarana dan sarana pariwisata bahari guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

Dimaklumi, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan pantai terpanjang no 2 di dunia serta luas lautan 2/3 luas daratan yang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya pulau-pulau kecil, pantai, pesisir, potensi bawah air (hayati dan non hayati), budaya masyarakat pesisir dll. Selain itu, posisi geografis Indonesia berada diantara negara-negara yang memiliki fasilitas maritim untuk pelayaran (cruise, yacht, sailing) sehingga segmen kebaharian dapat diandalkan sebagai penghasil devisa negara.

“Peningkatan kualitas pembangunan pariwisata bahari saat ini menjadi perhatian serius tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan plesiran wisatawan melainkan lebih dari itu adalah kepedulian terhadap keberlanjutan, kelangsungan dan kelestarian ekologis yang kini diwujudkan oleh berbagai pihak dan lapisan masyarakat luas. Tidak ketinggalan pemerintah daerahpun dituntut secara sinergis terus berupaya melakukan kerjasama dibidang kebaharian melalui pengembangan jenis dan kualitas produk-produk wisata seperti wisata selam (diving), wisata selancar (surfing), wisata mancing (game fishing), wisata layar (sailing), wisata kapal pesiar (cruising), dan lain-lain,” ujarnya.

“Tentunya diperlukan pula harmonisasi dan simplifikasi berbagai perangkat peraturan yang terkait di dalam mendukung pengembangan wisata bahari serta pemberian perhatian khusus kepada pengembangan kawasan ekowisata, terutama di lokasi-lokasi yang mempunyai potensi obyek wisata alam bawah laut yang sangat besar. Implementasi gagasan ini dapat dikaji secara mendalam untuk dapar melahirkan sebuah regulasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Aquarium Kota pada beberapa spot seperti pada kawasan Taman Nukila dan sekitarnya demikian pula di beberapa spot dan destinasi wisata bahari lainnya di Kota Rempah ini,” sambungnya.

Pada konteks yang demikian maka peran komunitas sebagai ekosistem pembangunan kepariwisataan memiliki peran penting dalam mewujudkan program-program pembangunan bangsa dan juga pembangunan daerah. Karena itu pula maka pelibatan dan peran aktif komunitas seni budaya termasuk kontribusi para musisi merupakan sebuah elemen penting tidak saja bagi kepentingan promosi pariwisata namun juga pemberdayaan dan sinergisitas dalam mewujudkan agenda-agenda pembangunan secara menyeluruh.

“Termasuk pula pelibatan komunitas dan para musisi yang akan tampil pada malam hiburan dan launching Festival Kora-Kora yang akan digelar pada Sabtu, 22 Juni 2024 nanti di Pelataran Parkir Pelabuhan Semut Kelurahan Mangga Dua Ternate,” tandas Arry.