Tandaseru — Literasi Digital Provinsi Maluku Utara berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Ternate menggelar launching Festival Kora-kora 2024.
Project Assistant Literasi Digital provinsi Maluku Utara Arry N Kasmarang menyatakan, kolaborasi bersama ini sebagai bagian upaya untuk terus mendorong kelompok potensial pengguna internet dalam berbagai platform digital untuk berpartisipasi aktif dalam mengkampanyekan empat pilar literasi digital nasional yaitu Cakap Digital, Etika Digital, Budaya Digital dan Keamanan Digital.
“Ini dilakukan dengan menghadirkan para narasumber yang telah bersertifikat TOT Literasi Digital 2024, antara lain Sasmita Abdurahman, S.Kom.,M.Si, Abdul Jalil Djayali, ST.,MT. Amal Hasanuddin, ST (D’facto), yang dipandu oleh Maesara selaku moderator dan juga M. Alief Zidane/Pricillia Kharie (konten kreator) dan Rahman Muhammad/Tete Ko (konten kreator) selaku Master of Ceremony,” ungkapnya, Rabu (19/6/2024).
Selain talkshow Makin Cakap Digital, juga akan digelar rangkaian kegiatan seru lainnya yang menarik untuk disaksikan.
“Antara lain special performance dari beberapa komunitas dan musisi hebat Maluku Utara seperti Music Corner (Corner Project), Treeshome, President Tidore, Nomat, Rany Husain, dan masih banyak lainnya,” tutur Arry.
Ia memaparkan, negeri ini memiliki potensi objek wisata yang menarik untuk dikembangkan. Tidak saja di bidang sejarah daratan seperti tentang petani rempah dan komoditas tanaman rempahnya saja, melainkan juga menyentuh segmen yang lebih luas tak terkecuali kebaharian. Sejarah panjang perjalanan bangsa ini juga telah terukir diberbagai lembaran buku, artefak dan peninggalan sejarah tentang jelajah maritim yang sangat terkenal tidak saja di Nusantara melainkan juga seluruh dunia.
“Perahu tradisional kora-kora yang digunakan tempo dulu untuk mengarungi lautan yang begitu luas di bumi Nusantara bahkan untuk menjelajahi dunia kini tergantikan dengan alat transportasi modern yang tercepat dan termudah. Perahu tradisional kora-kora menjadi alat tranportasi utama pasukan kerajaan untuk menaklukkan atau menguasai satu sama lain. Selain itu juga perahu tradisional ini juga digunakan untuk mengangkut barang-barang tertentu meskipun dalam jumlah yang terbatas dan lebih penting lagi perahu tradisonal ini menjadi inspirasi yang menyemangati aktivitas pelayaran tempo dahulu sebelum dikenalnya kapal-kapal pinisi atau sarana transportasi laut modern lainnya,” jabar Arry.
Tinggalkan Balasan