Magic STY yang kini makin akrab dipanggil Guru STY setelah media dan netizen Korea memuji sikap rendah hatinya setelah membawa Indonesia menang memang sangat ditunggu malam ini. Pemahaman taktikalnya sangat baik. Tak ada jarak antara pelatih dan pemain. Chemistry inilah yang membuat semua instruksinya berjalan sesuai game plan.
Uzbekistan punya rekor tapi sepakbola bukan keabadian yang sempurna. Selalu ada kejutan dan kita berharap dukungan 10 ribu suporter Garuda di Abdullah bin Khalifa Stadium malam ini jadi penambah semangat. STY sangat paham rekanan yang bala dihadapi Garuda Muda dan karena itu, Ia sejak mula telah memilih membenahi mentalitas tim.
Garuda Muda memang akan kehilangan Rafael Struick, bomber muda yang makin dewasa bermain dan bikin 2 gol ke gawang Korea. Tapi bukan masalah besar karena saya meyakini STY punya banyak pilihan taktikal. Ernando tetap jadi pilihan utama. Tiga bek sentral akan dihuni Komang, Ridho dan Hubner. Bek sayap kiri milik Arhan. Di kanan sangat mungkin memainkan Bagas Kaffa yang lebih defensif. Catatan serius di lini pertahanan adalah banyaknya lubang di sisi kanan sejak melawan Qatar hingga Korea.
Di tengah, duet Nathan dan Jenner sangat dibutuhkan untuk menjinakkan lini tengah Uzbek. Jenner dan Nathan juga harus pintar mengatur ritme dan melepas umpan terukur. Perang penentu akan terjadi di lini tengah. Siapa yang menguasai area ini berpeluang memenangkan pertandingan.
Di depan, STY sebaiknya memainkan false nine untuk mengecoh man to man marking yang kerap diperlihatkan Khusanov dkk. Trio Witan – Marselino dan Jim Stroyer akan sangat merepotkan lini belakang Uzbek. Determinasi dan kecepatan jadi senjata. Selain berpotensi bikin gol dengan pertukaran posisi yang cair, ketiganya juga lihai bertahan saat tim tertekan.
Sananta bisa jadi senjata andalan lewat pergantian jika bek-bek Uzbek telah habis. Dengan fisik besar dan suka bertarung satu lawan satu, pergerakan Sananta akan membuka ruang untuk masuknya Witan dan Marsel ke kotak penalti Uzbek
Saya memperkirakan pertandingan malam ini sakan berjalan dalam tempo tinggi. Indonesia dan Uzbek akan bermain terbuka untuk berburu gol. Dengan kualitas yang nyaris sama, pemenang akan ditentukan oleh detil yang kecil. Kurangi kesalahan di lini pertahanan. Garuda Muda sebaiknya menerapkan garis pertahanan yang tinggi untuk menjaga kedalaman lini pertahanan. Jangan beri ruang kosong untuk para gelandang dan penyerang Uzbek. Waspadai tendangan bebas mereka.
Melawan tim dengan kolektifitas sebagus Uzbek, pertahanan terbaik Indonesia adalah menyerang lawan dan terus menekan di area pertahanan Uzbek. Bikin gol memanfaatkan peluang sekecil apapun. Kita sudah memulangkan Korea. Bukan hal yang mustahil untuk menghentikan langkah Uzbek ke final. Semangat untuk bermain di Olimpiade Paris tahun ini adalah stimulan yang tak bisa dihentikan oleh siapapun. To be or not to be.
Bermain dengan keyakinan adalah penting dalam situasi seperti ini. Syarat lainnya adalah tetap rendah hati. Lupakan kemenangan sebelumnya dan fokus melawan Uzbek. Diego Armando Maradona – dewa sepakbola Argentina memberi dukungan penting dalam situasi seperti ini.
“Ketika anda menang anda tak akan terbawa suasana, namun jika anda melangkah selangkah demi selangkah dengan penuh percaya diri, anda bisa melangkah lebih jauh”.
Ayooo Garuda Muda
Bikin lagi “Miracle of Doha part II” malam ini
Indonesia bersamamu. (*)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.