Lini belakang Uzbek juga terbilang sempurna. Belum ada gol yang bersarang di gawang Abduvhokid Nematov. Pilar penting di posisi ini adalah Abdukodir Khusanov, bek tengah RC Lens yang terbiasa menjaga Kylian Mbappe di Ligue 1 Perancis. Meski baru berusia 20 tahun, Khusanov sudah memiliki banyak caps di timnas senior Uzbekistan. Ia memiliki dua bek tangguh sebagai tandem yakni Mukhammadkodir Khamraliev dan Alibek Dovronov. Keduanya sudah bikin gol selama turnamen.
Bagaimana dengan Indonesia. Ada tujuh punggawa tersisa dari skuad Asian Games yang dibawa pelatih Shin Tae-yong.
Ada Ernando yang menjaga gawang Indonesia bersama deputinya Adi Satryo, kapten Rizky Ridho, Bagas Kaffa, Daffa Fasya, Dony Tri Pamungkas dan bomber Ramadhan Sananta. Indonesia semula tak diunggulkan lolos dari grup mengingat harus melewati tuan rumah Qatar, Australia dan Jordania yang memiliki peringkat FIFA lebih baik.
Ketiganya juga punya pengalaman bermain di level ini karena kerap ikut Piala Asia U-23. Indonesia belum pernah sama sekali. Namun berbekal mentalitas dan stamina yang luar bias bagus, skuad asuhan STY lolos ke babak perempatfinal dengan status Runner Up grup. Meski kalah dari Qatar dengan banyak catatan buruknya kepemimpinan wasit, Garuda Muda bangkit dan sukses mempermalukan Jordania dan Australia.
Kekuatan mental – tak ada lagi sikap inferior – memang jadi pembeda. Saat lawan unggulan Korea Selatan yang memiliki rekor 9 kali lolos ke Olimpiade sejak 1988, Indonesia bermain sangat nyaman. Stamina yang bagus membuat pertarungan dalam 120 menit plus tambahan waktu dilewati dengan konsistensi taktikal.
Tak ada lagi kesalahan elementer, jarak antar pemain sangat dekat baik saat bertahan maupun ketika build up serangan dimulai. Skill individu digabung dengan kolektifitas yang menuruti game plan. Statistik pertandingan memberi bukti jika Indonesia bermain dengan level di atas Korea. Hasilnya Garuda Muda melangkah ke semifinal lewat drama adu penalti dengan penendang terbanyak.
Korea Selatan pulang dengan wajah tertekuk. Indonesia bikin sejarah besar dan makin ditakuti. Uzbek – lawan tangguh nanti malam di babak semifinal memang masih clean sheet, tapi bukankah Korea Selatan juga memulai laga perempatfinal dengan rekor yang sama? 100 persen menang tanpa kebobolan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.