Untuk diketahui, PLN UIW MMU memiliki sebanyak 164 sistem isolated tersebar di Provinsi Maluku 97 unit dan provinsi Maluku Utara 67 unit dengan total Daya Mampu sebesar 408,49 MW, sementara beban Puncak sebesar 241,23 MW. Selama periode RAFI 2024, PLN UIW MMU menyediakan cadangan daya sebesar 167,26 MW.

“Kondisi sistem Ambon dalam kondisi normal dengan Daya Mampu sebesar 127,26 MW dan Beban Puncak sebesar 64,93 MW. Sementara Sistem Ternate -Tidore di Maluku Utara juga perlu dilaporkan dałam kondisi normal, dengan DMP sebesar 57,48 MW dan Beban Puncak sebesar 41,13 MW,” sebutnya.

Dari total sistem isolated sebanyak 162 sistem di luar sistem Ambon maupun sistem Ternate-Tidore, PLN menyiapkan 59 di antaranya dalam keadaan siaga, sementara 103 lainnya difungsikan secara normal.

Dengan sistem siaga tinggi ini, Awat berkomitmen bahwa masyarakat di Maluku dan Maluku Utara akan lancar merayakan momen lebaran Idul Fitri dengan penuh kegembiraan tanpa perlu mengkhawatirkan terjadinya mati lampu. Dia juga mengimbau, masyarakat untuk menggunakan aplikasi Mobile PLN – sebuah aplikasi yang menyediakan berbagai kebutuhan listrik dalam genggaman. Sebab, tak hanya melaporkan gangguan kelistrikan saja, melainkan juga dapat melakukan pembayaran listrik, hingga perubahan daya pun dapat dilakukan melalui aplikasi ini.

“Kami berharap masyarakat bisa berkumpul nantinya dengan keluarga di momen lebaran dengan penuh suka cita. Semua aktivitas rumah tangga yang memerlukan listrik dipastikan lancar ya,” harapnya.

Terakhir, dia mengimbau pasukan RAFI 2024 untuk tetap menjalankan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di setiap posko tugas dan bekerja sesuai Standard Operational Procedure (SOP), agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan saat bekerja.