“Kami ini yang memilih Pak Wali di Pilwako kemarin. Jangan sampai perbuatan mereka membuat nama Pak Wali tercoreng,” ujarnya.

Ia bilang, para pedagang memilih jualan keluar karena ada alasan. Sebab kalau hanya duduk di dalam bangunan dagangan akan busuk.

“Jangan salahkan kami pedagang kecil yang hanya menjual pisang untuk kebutuhan anak kami yang masih bersekolah,” tukasnya.

Jika dilarang berjualan di luar bangunan, sambungnya, maka petugas harus menertibkan seluruh pedagang di Kota Ternate yang berjualan di trotoar. Sebab saat ini penertiban terkesan pilih kasih.

“Masih banyak yang berjual di trotoar, tetapi petugas pilih kasih dalam menertibkan itu,” pungkasnya.