Di kesempatan yang sama, Abdul Hakim Adjam menyatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore Kepulauan perlu menjaga harga barang dan bahan pangan agar tetap stabil.
“Menjaga laju inflasi yang rendah dan stabil sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara Inspektur Daerah Arif Radjabessy mengatakan, saat ini tim Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) bersama TPID terus melakukan pengendalian inflasi.
“Beberapa agenda TPID yang terus kami kawal adalah pencanangan gerakan menanam, pelaksanaan operasi pasar murah, pelaksanan sidak ke pasar dan distributor serta kegiatan pemantauan harga pangan yang menjadi penyumbang inflasi,” terangnya.
“Kami melihat TPID Kota Tidore Kepulauan bekerja sangat baik dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. Bukti konkrit kerja keras TPID di Kota Tidore Kepulauan adalah terkendalinya inflasi dengan baik hingga memperoleh insentif fiskal pada tahun 2023 sebesar Rp 20 miliar lebih,” tandas Arif.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.