Kemanunggalan TNI AD dengan rakyat merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi berbagai macam tantangan di era globalisasi saat ini, seperti perang asimetris, perubahan iklim dan potensi konflik sosial. Untuk menghadapi hal tersebut, Kasad menjelaskan, TNI AD harus terus meningkatkan kemampuannya, baik dari segi personel, alutsista maupun doktrin.

Kasad mengajak bersama-sama wujudkan cita-cita para pahlawan, yaitu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Semoga TNI AD, senantiasa menjadi alat negara yang profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif serta selalu siap sedia untuk membela keutuhan NKRI,” ucapnya.

Di akhir amanatnya, Kasad mengingatkan, memasuki tahun politik 2024 situasi tahun politik berpotensi membuka celah terjadinya berbagai ancaman, yang disebabkan perbedaan-perbedaan pandangan politik, yang seringkali disusupi kelompok-kelompok radikal dan intoleran.

Oleh karena itu, ia menekankan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi di lingkungan tugas masing-masing, dan selalu memegang teguh komitmen netralitas TNI.

Usai pelaksanaan upacara, Kapenrem 152/Baabullah Mayor Inf Anton Santoni menjelaskan, peringatan Hari Juang TNI AD ini dilaksanakan secara serentak dan sederhana namun tidak mengurangi nilai-nilai dan rasa syukur bagi prajurit TNI Angkatan Darat dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.