Berbagai profesi telah dijalaninya. Mulai dari penjaja kue, tukang catat kupon lotre, salesman, memiliki toko kelontong, beternak burung perkutut, dan masih banyak lagi. Bangkrut, jatuh, hingga nyungsep menjadi hal biasa yang dialami Jerry. Namun, berbagai kegagalan itu tidak pernah membuat dirinya menyerah.

“Saya punya prinsip hidup yang saya sebut sebagai Pancakrida yaitu manfatkan kesempatan dan peluang, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan loyalitas. Prinsip ini yang ia pegang hingga sekarang ini,” papar pria dengan nama asli Lo Suk Chiang ini.

Untuk diketahui, Dewa coco dan STPK banau telah menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada nasyarakat sejak tahun lalu dan stadium generale ini merupakan implementasi dari kerja sama juga. Beberapa alumni STPK pun telah direkrut dan bekerja di Dewa Coco.

“Semoga kehadiran pemilik perusahaan satu-satunya di dunia yang mengolah sabuk kelapa menjadi sumber energi pembangkit listrik yang ada di Halbar dengan investasi yang besar ini membawa berkah untuk masyarakat sehingga perlu untuk diapresiasi baik pemerintah daerah maupun masyarakat pada umumnya,” pungkas Ketua STPK Banau.