“Sehingga ini dapat menjadi acuan BPKAD Halmahera selatan dalam peningkatan pelayanan penatausahaan keuangan daerah,” imbuhnya.
Sutrisno menuturkan, BPKPAD Kota Cilegon dijadikan lokus kegiatan karena Kota Cilegon adalah salah satu pemkot yang sudah menerapkan pembiayaan pemerintah menggunakan kartu kredit. Pemkot Cilegon juga mendapat pendampingan langsung dari Kementerian Dalam Negeri.
“Jadi kami Bidang Perbendaharaan BPKAD Halmahera Selatan menjadi peserta yang ke-52 yang melakukan studi tiru tentang penerapan KKPD ke BPKPAD Kota Cilegon,” tuturnya.
Selain studi tentang penerapan KKPD, Bidang Perbendaharaan juga melakukan studi tiru terkait pelayanan yang dilakukan Bidang Perbendaharaan BPKPAD Kota Cilegon itu sendiri.
Sutrisno berharap, para staf yang diikutsertakan pada kegiatan ini dapat menerapkannya sesuai tugas dan fungsinya masing-masing di Bidang Perbendaharaan BPKAD Halmahera Selatan. Bahkan, mereka bisa melihat langsung pelayanan di Bidang Perbendaharaan BPKAD Kota Cilegon.
“Harapannya hasil yang kami dapatkan pada kegiatan tersebut mampu diimplementasikan dan dapat mengakselerasi pelayanan pengelolaan keuangan di BPKAD Halmahera Selatan yang lebih efektif dan efisien,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.