Salah satu masalah utama mewujudkan target mencapai generasi emas pada tahun 2045, sambung Bassam, adalah masih tingginya kasus stunting di negeri ini. Maka untuk merespon permasalahan tersebut, dibentuk tim yang komprehensif yang terdiri dari para stakeholders, sehingga penanganan permasalahan ini dapat menjadi lebih maksimal karena adanya koordinasi lintas instansi di dalamnya.

“Hari ini kita melaksanakan Grebek Stunting dengan agenda penyampaian materi yang bertujuan untuk menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat. Harapan kami, dengan diadakannya kegiatan hari ini dapat menumbuhkan semangat dalam diri kita semua, agar apa yang menjadi harapan kita semua, yaitu Halmahera Selatan yang bebas dari kasus stunting dapat terwujud. Tentunya hal ini tidak terlepas dari kerja sama, terutama melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting dari tingkat desa sampai ke tingkat kabupaten,” paparnya.

Bassam bilang, karena yang hadir pada kegiatan ini terdiri dari Kades, BPD, Camat, Kader, dan para kader PKK, maka informasi yang ada tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat disampaikan dan disebarluaskan di tengah-tengah masyarakat untuk mengidentifikasi sejak dini mana ibu-ibu hamil, menyusui, dan anak yang kekurangan gizi atau terindikasi stunting.

“Intervensi bukan hanya perlu dilakukan oleh pihak puskesmas, melainkan perlu dimulai dari lingkup keluarga itu sendiri, karena sampai saat ini pemahaman mengenai asupan yang bergizi masih minim di tengah masyarakat, sehingga masih banyak ditemukan kasus orang tua yang memberikan makanan-makanan yang tidak sehat kepada anak dan balita,” tandasnya.