Ia membeberkan, visitasi keterbukaan informasi publik desa tahun 2023 ini diikuti 116 desa dari 26 Provinsi di Indonesia.

“Desa yang berada di Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Pulau Morotai, yaitu Desa Yayasan,” bebernya.

Sementara Sekjen Kemendes mengatakan desa merupakan pintu negeri ini.

“Desa bukan halaman belakang Indonesia, desa adalah halaman depan Indonesia,” ucap Taufik.

Oleh sebab itu, sambungnya, desa punya tata kelola yang baik, harus ada smart government yang transparan dan akuntabel.

“Dan partisipasi masyarakat dalam rangka pelaksanaan keterbukaan informasi publik pada pemerintah desa,” cetusnya.