“Sejak kapan saya peras orang dan seperti apa bentuk pemerasan yang dituduhkan. Ini yang harus dijawab oleh Rahim,” tukasnya.

Burhan pun berjanji akan menyerahkan ijazah miliknya ke penyidik Polda untuk dilakukan uji forensik.

“Langkah ikhtiar itu untuk mengetahui ijazah SMP saya sebagai mantan siswa SMPN Kayoa tahun 1991 palsu atau asli. Sebab, ternyata ijazah SMP saya berbeda dengan ijazah yang dimiliki alumni siswa SMPN Kayoa lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Burhan diduga menjadi aktor di balik mencuatnya isu ijazah Bupati Halmahera Selatan sebagaimana diungkapkan mantan partner Burhan, Adi Hi Adam.

Adi merupakan orang yang digandeng Burhan mendatangi Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kayoa saat itu, Fatah Kadir. Fatah lantas diminta menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan Usman bukan alumni sekolah tersebut.

“Dalang pemicu rekayasa isu ijazah milik Bupati Usman Sidik saat itu Bur,” ungkap Adi, Selasa (24/10).