Sebagai mahasiswa, sambungnya, memiliki tugas secara moril yang perlu dilaksanakan yakni sebagai agent of change dan agent of control. Sehingga mahasiswa dituntut untuk hadir sebagai kaum intelektual yang terdidik untuk melakukan sebuah terobosan demi menciptakan perubahan sosial dan mampu mengontrol kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat kecil.
“Teman-teman saat ini di Maluku Utara dan terkhusus di Kepulauan Pulau Mangoli telah dikapling oleh perusahaan untuk melakukan proses pengoperasian perusahaan dengan mengambil hasil atau kekayaan alam yang kita miliki. Untuk itu saya mengajak teman-teman mahasiswa untuk terus melawan para korporat-korporat asing yang ingin merusak alam di Pulau Mangoli,” tegasnya.
“Jadilah mahasiswa yang kreatif dan inovatif dan mampu memposisikan diri kita di perkembangan era society 5.0. Sekarang ini perkembangan teknologi semakin pesat, masyarakat dipaksa untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada sehingga kita butuh banyak siapkan amunisi ilmu pengetahuan yang banyak untuk memposisikan diri kita di zaman sekarang,” tandas Jisman.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.