Tandaseru — Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Maluku Utara, Rosita Alting, mengungkapkan angka kekerasan perempuan dan anak meningkat signifikan di Maluku Utara tahun ini.
“Kekerasan perempuan dan anak di Maluku Utara itu naik. Laporan terakhir 2 Juli 2023 itu angkanya sudah mencapai 153 kasus kekerasan perempuan dan anak,” ungkap Rosita dalam konferensi Pers, Jumat (18/8), di hotel Bela International Kota Ternate.
Menurutnya, kasus seperti ini banyak motif penyebabnya.
“Paling utama dalam beberapa penelitian atau dalam beberapa kajian kita itu penyebabnya utamanya adalah lebih ke persoalan ekonomi,” ujarnya.
Selain faktor ekonomi, banyak faktor internal terutama kehidupan rumah tangga menjadi pemicu yang sangat besar.
“Para suami kehilangan pekerjaan, para ibu hilang kesabaran dengan menghadapi situasi yang begitu sulit. Kemudian hal lain yang menjadi penyebab dari kasus kekerasan dan kekerasan perempuan dan anak ini adalah ibadah, faktor religi, kesadaran keagamaan itu juga menjadi rendah,” pungkas akademisi IAIN Ternate ini.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.