Dengan fenomena yang negatif ini, tentu sangat mengkhawatirkan. Siapa yg bertanggung jawab? Siapa yang disalahkan? Kembalikan pertanyaan ini kepada setiap kita. Inilah dampak dari terbukanya akses informasi/digitalisasi atau istilah keren generasi z dunia dalam genggaman. Tak perlu saling menyalahkan, maka setiap kita perempuan memiliki tugas yang amat penting untuk melindungi kewarasan penerus bangsa Indonesia.

Tentu setiap perempuan harus memiliki pengetahuan demokrasi dan memahami kesadaran berdemokrasi. Anak-anak kita hari ini adalah penentu arah masa depan demokrasi sehingga wajib sebagai orang tua untuk memberikan pemahaman dalam menentukan pilihan pemimpin masa depan Indonesia.

Lalu bagaimana dan kapan nasib kita ditentukan? Yaitu dengan berpartisipasi dalam prosesi dan penyelenggaraan demokrasi prosedural atau pemilihan umum yang demokratis. Dengan berbasis pada kecakapan menentukan pilihan “smart election”. Demokratisasi Indonesia dikenal dengan pesta demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India.

Dengan demikian, wajib bagi kita semua untuk terlibat aktif dalam menentukan masa depan bangsa. Secara historis para pendahulu kita telah berjuang keras agar masa depan bangsa ini, ditentukan oleh kita yang disebut kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan mereka, sebagai warisan yang amat Istimewa yang telah mereka perjuangkan.

Mari gotong royong menuju smart election. Hak untuk memilih tak ternilai harganya, Karena suaramu penting dalam memberikan dampak yang nyata. Pemilih Berdaulat, demokrasi berkualitas.

Salam dari Morotai! (*)