“Pesan yang ingin kita tekankan dalam film-film pendek ini adalah bagaimana mempertahankan ghirah Islam di tengah perkembangan zaman yang kian modern. Mungkin ada film yang mengangkat tentang Islam yang anti terorisme, yang bisa mengajak kita ke spirit awal peradaban Islam di Malut,” ucap Taufik.

Ia menilai kegiatan ini sangat positif membangkitkan ghirah Islam di tengah generasi milenial. Dengan begitu dakwah Islam tetap bisa dilakukan dengan tidak mengabaikan perkembangan zaman.

“Agar dakwah yang dilakukan adalah yang sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah, yang seiring antara apa yang ada di pikiran, di hati, dan yang dikerjakan,” tutur mantan Kepala Dinas Perhubungan Malut ini.

Taufik berharap film-film yang diperlombakan bisa menyatukan antargenerasi dalam satu pemahaman dakwah Islam yang hakiki.

Ketua Panitia Lomba M Asghar Saleh menambahkan, lomba tersebut dibuka untuk umum, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas film.

“Peserta merupakan sebuah tim yang di dalamnya minimal terdiri dari produser, sutradara, penulis, penata kamera, editor, dan pemeran film. Kru film juga merupakan warga Malut atau berdomisili di Maluku Utara,” paparnya.