Ia pun memastikan akan mendorong soal pembangunan sarana prasarana di kampus tersebut melalui APBD Provinsi Maluku Utara.

“Kalau kita bicara ini pasti, 2024 akan bangun ruang kelas belajar,” tukasnya.

Ketua STAI Babussalam, Sahrul Takim menambahkan, kunjungan Komisi II ini memang karena diundang resmi pihak kampus, untuk memantau kondisi kampus dari segi sarana prasarana, maupun sumber daya manusia (SDM)-nya.

“Yang diusulkan dari sisi penyelanggara pendidikan, SDM masih kekurangan bagian tenaga pengajar bergetar doktor,” ungkap dia.

Saat ini STAI Babussalam, kata dia, baru menyediakan ruangan kelas belajar baru sebanyak 12 ruang. Sedangkan yang dibutuhkan lagi penambahannya yakni sebanyak 24 ruang kelas.

“Tadi kita usulkan secara lisan dan sekaligus mengajukan proposal,” tandasnya.