Material kerikil itu, lanjut Johan, diketahui diambil dari kapal tongkang yang sandar di Pelabuhan Sangowo Timur.

“Mereka ambil di tongkang, truk itu banyak sekali. Mereka kerja malam juga. Kalau mereka kerja mereka kendarai truk juga terlalu laju,” ungkapnya.

Menurut dia, kalau muatan truk ditutupi dengan terpal mungkin kerikilnya tidak sampai tumpah ke jalan.

Selain itu, aktivitas pengangkutan material proyek ini dirasa mengganggu warga sebab truk yang berlalu-lalang sampai malam hari menyebabkan kebisingan.

“Masyarakat mengeluh tiap hari, karena batu sudah pecah kecil dan tajam,” tambah dia.