Tandaseru — Aksi vandalisme dengan sasaran Sekretaris Daerah Kota Ternate, Maluku Utara, Jusuf Sunya, kembali menuai kritikan dari akademisi.

Direktur Pandecta Hendra Kasim mengatakan, dalam polemik yang terjadi, ia menghindari pandangan perspektif mekanisme pengisian dan pemberhentian jabatan Sekda secara hukum. Sebab, ia yakin Pemerintah Kota Ternate lebih paham akan hal itu.

“Lebih dari itu, saya hendak menyampaikan beberapa hal. Pertama, kepemimpinan Pak Tauhid wajar jika diragukan oleh publik. Karena pada periode ini, Pak Wali bertengkar secara terbuka dengan Wakil Wali Kota dan Sekda,” kata Hendra, Selasa (13/6).

Padahal, menurutnya, dua jabatan ini sangat penting dalam pengelolaan birokrasi pemerintahan.

“Itu berarti, ada yang salah dengan manajemen kepemimpinan Pemkot Ternate hari ini,” ujarnya.