“Orang tuanya sempat menolak pasien dirawat di puskesmas. Tapi alhamdulillah, saat kita terus melakukan koordinasi akhirnya orang tua pasien pun mengiyakan pasien jalani rawat inap,” ujarnya.
Sofyan sempat menjelaskan kepada pihak keluarga kalau saat ini ada salah satu program pemerintah daerah yakni Halbar Sehat. Untuk itu, ia meminta pihak keluarga tidak usah khawatir dengan biaya pengobatan pasien.
“Di situ juga saya jelaskan pada pihak keluarga harus ambil peluang dengan hadirnya program Halbar Sehat. Karena nantinya semua fasilitasi pengobatan akan digratiskan oleh pemerintah daerah. Dan urusan BPJS pasien juga akan ditanggung Pemda,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan melaporkan kasus gizi buruk ini ke Dinas Kesehatan agar bisa ditindaklanjuti proses pengobatannya.
“Besok (hari ini, red) baru kami laporkan ke dinas. Nanti dari dinas punya tindakan selanjutnya bagaimana untuk tangani pasien ini,” pungkas Sofyan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.