Teatrikal puisi ini, kata Ardian, menampilkan cerita penemuan jasad nenek Asy. Penemu jasad diperankan sendiri oleh cucu kandung nenek Asy bernama Ariska.
Ariska menangis histeris saat memerankan adegan penemuan jasad neneknya yang diperankan oleh Ila Sio.
Naskah puisi dibacakan Widya Sin mengiringi tarian teaterikal yang telah membuat haru semua hadirin acara tersebut.
“Jadi ada dua cucu kandung terlibat dalam sanggar ini,” kata Ardian.
Ardian mengaku, pementasan ini cukup emosional karena nenek Asy sendiri memiliki kenangan yang tak terlupakan bagi Sanggar Morotai Daloha.
Semasa hidupnya, almarhumah nenek Asy selalu memberi support terhadap sanggar ini.
“Karena tempat kegiatan makeup itu di rumah nenek kami Asy Lesy dan nenek selalu bantu kami,” ungkap Ardian yang telah berlinang air mata.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.