“Banyak SMP kelas 1. Kalau di Morotai memang pengguna lem ehabond marak, jadi penyalahgunaan lem zat adiktif sangat banyak. Ada kurang lebih 15 kasus yang kita selamatkan,” imbuhnya.
Menurutnya, untuk penanganan kasus BNN memiliki anggaran yang cukup maksimal.
“Saya masuk di tahun 2020 itu anggaran kita di angka Rp 1,9 miliar sekian, kemudian di tahun 2021 di angka itu juga kemudian ada pemblokiran karena refocusing dan di tahun 2022 juga sama refocusing juga tapi 2022 Rp 1,8 miliar,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.