“Berawal dari keluarga kami yang menggunakan produk terlebih dahulu, lalu banyak yang
bertanya, inilah yang kami jadikan peluang untuk menambah rezeki. Sehingga sampai saat ini, saya selalu jalankan bisnis ini dengan memberikan kualitas produk yang premium”
ungkap Dwi.

Berbeda dengan Dwi, anak dari Owner Fala Tanawan, Nadya Tawary, telah berkutik dalam
dunia bisnis makanan yang ia dan ibunya tekuni. Sejak 2013, mereka mencoba berbagai bentuk jualan makanan yang akhirnya terfokuskan pada jenis oleh-oleh khas Ternate, yaitu abon ikan di tahun 2015.

“Sejak 2013, saya bergelut membangun usaha bersama ibu saya. Awalnya coba jualan-jualan makanan ringan, sehingga berujung pada jualan abon dengan kemasan dan kualitas yang telah kami sesuaikan dengan standar oleh-oleh. Sehingga Fala Tanawan dapat dilirik oleh beberapa instansi kemudian kami masukkan ke berbagai toko oleh-oleh hingga supermarket besar di Indonesia,” tutur Nadya.

Menyadari kepentingan pemasaran secara digital, keduanya pun tidak lepas dari media
sosial yang menjadi garda strategi pemasaran. Perlu diperhatikan dalam melakukan branding, agar dapat menarik target pasar dan meyakinkan mereka akan produk yang dijual.

Selain itu, memberikan rasa nyaman kepada konsumen, juga menjadi tombak utama untuk
menjalin hubungan yang baik antara penjual dan pembeli. Hal ini dilakukan guna merakit marketing yang gratis secara tidak langsung.
Bergerak dalam bidang ekspedisi, JNE berinovasi dengan berbagai program yang dapat membantu pegiat UMKM Ternate untuk berkembang.