Suryadin pun menjelaskan, VCO merupakan produk minyak kelapa murni yang terbuat dari daging kelapa segar yang diolah tanpa adanya pemanasan. Dengan begitu, kandungan penting dalam minyak kelapa ini tetap dapat dipertahankan.

Keinginannya melatih warga di kelurahan binaannya ini pun terwujud. Banyak warga yang ingin belajar cara mengelola buah kelapa kering menjadi VCO.

Kepada warga yang mengikuti pelatihan, Selasa (22/11) siang, Suryadin menyampaikan seluruh tahapan proses pembuatan minyak VCO.

Dimulai dari memilih buah kelapa kering yang berkualitas baik.

Buah kelapa yang telah dipilih, kemudian dikupas hingga menyisakan dagingnya yang berwarna putih, lalu diparut dan diperas untuk diambil santannya.

“Lalu santan didiamkan, pengendapan pertama selama 2-3 jam untuk menunggu sampai terpisah menjadi dua bagian, yaitu krim santan dan air santan,” kata Suryadin.

Proses selanjutnya, kata dia, santan murni diendapkan lagi selama 8-12 jam dengan suhu ruangan sampai terjadi pemisahan antara ampas minyak dengan minyak murni.  Setelah itu minyak murni diangkat, kemudian disuling. Proses akhir, yakni penyulingan ini pun dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan mesin.

“Jadilah minyak VCO siap dikemas dan dipasarkan,” cetusnya.