“Tanpa kita sadari, Pemerintah Pusat sudah menggiring daerah ke pengelolaan transformasi digital, dan ini sudah menjadi kebutuhan. Sehingga inovasi-inovasi yang dilakukan bisa menjadi edukasi untuk OPD yang lain, dengan harapan inovasi ini tidak berhenti di tahun ini dan harus terus berlanjut di tahun yang akan datang,” tutur Taher.
Sementara Kabid Litbang Ramli Saraha menjelaskan, ada beberapa data pendukung yang masih perlu dilengkapi supaya Pemda Kota Tidore bisa mencapai target Sangat Inovatif.
“Ada satu aspek yang baru ditambah dalam penilaian inovasi daerah pada tahun ini yaitu Aspek Jumlah Inovasi, yang awalnya hanya terdiri dari dua aspek yaitu Aspek Pemda dan Aspek Inovasi, semakin banyak jumlah inovasi juga menjadi salah satu tolok ukur penilaian. 200 jumlah inovasi di level nasional, sementara inovasi di Kota Tidore Kepulauan hanya terdapat 11 inovasi,” ungkap Ramli.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.