Atas saran pamannya, Abdullah Nurdin (mantan Camat Tidore Timur, red) yang waktu itu juga menempuh studi di Unpatti mengambil jurusan Bahasa Inggris, Ade diarahkan mengambil jurusan Peternakan.

“Dari saran paman kami ini, sekaligus dengan kebingungan dan ketidaktahuan saya, dengan terpaksa saya mengambil jurusan Peternakan. Ternyata memang begitulah Allah SWT berkehendak lain, kelak saya menjadi Dosen Peternakan sampai berhasil meraih gelar doktor di bidang peternakan,” ceritanya dengan mata berkaca-kaca.

Tahun-tahun awal kuliah di jurusan Peternakan adalah masa yang berat bagi Ade. Hal ini bahkan mempengaruhi prestasi akademiknya yang juga ikut berpengaruh pada lamanya masa studi.

Ditambah dengan rusuh Ambon tahun 1999-2002, masa studi Ade molor menjadi 10 tahun.

“Saya baru bisa menyelesaikan studi pada tahun 2002 setelah melewati Ujian Skripsi pada tanggal 4 Juli tahun 2002 di bawah bimbingan Ir. Parera, MP dan Ir. D. Souhoka, MP. Masa-masa studi S1 di Kota Ambon adalah masa-masa yang sangat indah juga merupakan masa yang sangat sulit sekaligus menyedihkan, karena pada masa ini ayah kami tercinta wafat pada tanggal 2 Mei 1998. Itu di saat saya mengikuti salah satu tahap studi akhir yaitu kegiatan KKN yang pada waktu itu kami ditempatkan di Desa Nusaniwe Dusun Eri, Kecamatan Nusaniwe,” tuturnya.

Di Nusaniwe, Ade ditempatkan di rumah Kepala Desa Ruben Latuary. Tak hanya menampungnya, Ruben juga mengangkat Ade sebagai salah satu anggota keluarganya.