“Menurut hasil penelitian Kementerian P3A, persoalan ekonomi juga merupakan salah satu faktor pemicu kekerasan dalam rumah tangga,” kata Musyrifah.

Tak hanya itu, ia menambahkan, keterlibatan perempuan dalam dunia usaha merupakan gambaran terkait tingkat kesejahteraan bagi perempuan.

“Semakin banyak perempuan yang bekerja, maka secara tidak langsung dapat menunjukkan semakin banyak perempuan yang mampu membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” ujar Musyrifah.

Selain memiliki peran ganda, sambung Musyrifah, perempuan juga dapat membantu perekonomian keluarga. Sehingga, bisa menekan angka KDRT.

Tuntunan akan kualitas sumber daya manusia, maka perempuan paling tidak memiliki dampak pada kemampuan yang dimiliki perempuan, yakni bisa menjadi mitra kerja aktif laki-laki dalam mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi dan politik yang diarahkan pada pemerataan pembangunan.