Tandaseru — Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A Kadir mengimbau warga Malut agar berhati-hati dalam beraktivitas di tengah kepungan cuaca buruk yang tengah melanda.

Pasalnya, beberapa hari belakangan seluruh wilayah Malut diguyur hujan deras disertai angin. Bahkan di laut telah terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan empat warga Kepulauan Sula kehilangan nyawa.

Samsuddin pun mengingatkan warga agar menghindari lokasi yang terbilang rawan bencana.

“Kondisi cuaca saat ini tidak menentu. Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat agar waspada. Terutama bagi masyarakat yang ada di daerah yang jauh karena tidak ada petugas yang mengontrol. Jadi mereka harus tetap berhati-hati,” tuturnya, Selasa (22/2).

Ia menuturkan, para pemilik kapal di pelabuhan-pelabuhan juga harus patuh pada imbauan instansi berwenang seperti KSOP dan BMKG. Jika pelayaran harus ditunda maka pemililk kapal tak boleh memaksakan diri berlayar.

“Jika ada kebijakan dari instansi terkait terhadap penundaan keberangkatan maka diharapkan agar pemilik kapal dapat menaati kebijakan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Samsuddin.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Babullah merilis peta sebaran potensi gelombang tinggi untuk beberapa perairan di Maluku Utara. Di mana terpantau adanya pola tekanan rendah di perairan Arafuru yang diprediksi akan menguat dan bergerak ke wilayah selatan NTT. Fenomena tersebut mengakibatkan dampak tidak langsung di beberapa wilayah di Maluku Utara, salah satunya peningkatan kecepatan angin hingga 25 knot. Pola angin umumnya bertiup dari barat utara dengan kecepatan 5-25 knot. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah di Maluku Utara.