Sekilas Info

5 Subkontraktor NHM Berutang Rp 1,8 Miliar Pajak ke Pemda Halmahera Utara

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Halmahera Utara, Mahmud Lasidji. (Istimewa)

Tandaseru -- Pemerintah Daerah Halmahera Utara, Maluku Utara, mencatat adanya lima perusahaan subkontraktor perusahaan tambang emas PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang berutang pajak ke pemda.

Piutang tersebut mencapai Rp 1,8 miliar.

Data yang dikantongi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Halut, lima perusahaan tersebut adalah CV Sinar Kasih, CV Boeng Raya, CV Multi Kharisma, CV Berkat Mulia dan CV Famma.

"Kami telah menyurat ke pemilik lima perusahan yang menunggak pajak, tetapi belum ada tanggapan. Kami akan menyurat lagi, jika tidak ada niat baik maka kami meminta bantu pihak kejaksaan," ujar Kepala BPKAD Halut, Mahmud Lasidji, Rabu (13/10).

Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut lalai dan tidak responsif memenuhi kewajibannya. Sebab jumlah tunggakan pajak bukan logam dan mineral itu terbilang sangat fantastis.

"Subkontraktor PT NHM yang patuh hanya CV Karya Pagu dan CV Gaolas Jaya. Itu kami sangat apresiasi dan memberikan penghargaan kepada kedua perusahaan yang dimaksud," ungkap Mahmud.

Diketahui, piutang pajak kelima subkontraktor nilainya bervariasi. CV Sinar Kasih sebesar Rp 263.261.500, CV Boeng Raya Rp 582.600.000, CV Multi Kharisma 310.000.000, CV Berkat Mulia Rp 654.625.000, dan CV Famma 30.727.500.

Penulis: Al
Editor: Sahril Abdullah